Di antara sekian banyak kuliner pedas yang mendominasi meja makan di Lombok, terdapat satu sajian yang menawarkan rasa unik, tekstur yang khas, dan kaya akan serat: Ares. Bagi masyarakat Suku Sasak, Ares bukan sekadar sayuran pelengkap, melainkan sebuah hidangan istimewa yang kerap muncul dalam acara adat dan perayaan syukuran.
Namanya mungkin terdengar asing bagi telinga wisatawan luar, tapi bagi pencinta kuliner tradisional, Ares adalah permata tersembunyi yang wajib dicoba. Hidangan ini membuktikan kearifan lokal dalam memanfaatkan setiap bagian tanaman, termasuk batang pisang yang biasanya dibuang.
Apa itu Ares?
Ares adalah masakan jenis gulai yang berbahan dasar batang pisang muda. Batang pisang yang digunakan biasanya berasal dari jenis pisang kapok atau pisang raja yang batangnya masih lunak dan berumur muda. Batang ini dipotong kecil-kecil, lalu dimasak dengan santan kental serta bumbu rempah yang dihaluskan.
💡 Fakta Unik
Pemilihan batang pisang yang terlalu tua akan membuat Ares terasa keras dan terlalu berserat (seperti rambut), sehingga keahlian memilih batang pisang muda adalah kunci utama kelezatan hidangan ini.
Perpaduan Rasa Gurih dan Tekstur Renyah
Yang membuat Ares istimewa adalah permainan tekstur di mulut. Saat dikunyah, Anda akan merasakan sensasi keres-kres yang lembut—mirip dengan menyantap batang pepaya muda, namun dengan serat yang lebih halus dan rasa yang lebih manis alami.
Kuah santannya yang kental dan gurih berpadu sempurna dengan bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, cabai rawit, kemiri, dan terasi. Aromanya sangat menggugah selera, dengan dominasi wangi kemiri sangrai dan khas aroma batang pisang yang sedikit manis.
"Ares adalah simbol dari gotong royong. Biasanya memasak Ares dilakukan secara bersama-sama oleh para ibu-ibu saat acara 'Begibung' (makan bersama) di Lombok."
Filosofi dalam Tradisi
Dalam budaya Sasak, Ares sering dijadikan sajian wajib dalam upacara adat seperti Nyongkolan (lamaran), Maulid Nabi, atau Begibung. Hidangan ini melambangkan kesuburan dan kekayaan alam Lombok yang melimpah. Mengolah bagian tanaman yang biasanya tidak dimakan menjadi hidangan lezat adalah bentuk rasa syukur dan kearifan lingkungan.
Cara Menyajikan Ares
Ares paling nikmat disajikan selagi hangat. Biasanya, hidangan ini dimakan bersama nasi putih hangat dan lauk pauk pendamping seperti:
- Ayam Taliwang - Paduan pedas ayam bakar dengan gurihnya Ares sangat seimbang.
- Pelecing Kangkung - Memberikan kesegaran pedas asam di tengah kuah santan Ares.
- Ikan Bakar - Gurihnya ikan bakar melengkapi creamy-nya kuah Ares.
Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai pedas, jangan khawatir. Cita rasa pedas dalam Ares bisa dikurangi, karena fokus utamanya adalah pada kelezatan kuah santan dan tekstur batang pisangnya.
Manfaat Kesehatan
Selain lezat, Ares juga memiliki nilai gizi yang baik. Batang pisang diketahui mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan, serta kaya akan antioksidan. Tentu saja, perlu diingat bahwa kuah santannya mengandung kalori yang cukup tinggi, jadi selalu konsumsi dengan porsi yang seimbang.
✨ Tips Wisata Kuliner
Untuk mencoba Ares terbaik, carilah warung makan yang menyediakan menu 'Begibung' atau rumah makan tradisional di daerah Cakranegara, Mataram, atau sekitar Desa Sade yang sering menyajikan makanan tradisional untuk wisatawan.